Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:50:42 WIB
Dinas P dan K Cilacap Peringati Hari Aksara Internasional
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 522 kali

Cilacap - Peringatan Hari Aksara Internasional yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap dengan mengusung tema Nasional "Membangun Budaya Literacy Dalam Era Digital" berlangsung meriah, digelar di Gedung PGRI "Dwija Loka" selama 3 hari, Selasa hingga Kamis (17-19 Oktober 2017). 

Peringatan yang dikemas dalam bentuk pameran produk unggulan pendidikan non formal, dimeriahkan dengan hiburan seni tari dan beragam perlombaan seperti lomba senam maumere para guru Paud, lomba baca puisi tingkat SD dan warga belajar Kejar Paket A, dan lomba baca pidato bahasa inggris siswa SMP dan warga belajar kejar paket B dan C, dibuka langsung Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Selasa (17 Oktober 2017).

Acara memperingati hari aksara Internasional dan pameran tersebut, diikuti Satuan Pendidikan Non Formal, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Mutiara, Rastika,Esti dan LKP Bu Nandang, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Anissa dan Giriwangi, Taman Bacaan Masyarakat, Himpaudi Cilacap, IGTKI dan UMKM yang ada di Cilacap.

Rangkaian peringatan hari aksara diawali dengan musik thek-thek dari PKBM Giriwangi, dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan peninjauan stand pameran oleh Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji disaksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap, Warsono, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap, Wuyung Sulistyo Pambudi, Kabid Paud dan Dikmas, Sukarno. S, Kasie Dikmas, Sri Harsini, Kasie Paud dan peserta pameran serta tamu undangan.

Tujuan diselenggarakan stand pameran diantaranya ialah mempromosikan keaksaraan sebagai alat untuk memberdayakan individu, komunitas dan masyarakat. Memberdayakan dan memfasilitasi lembaga binaan Dinas P dan K dalam menunjukan eksistensinya sebagai lembaga yang berkualitas. Sebagai ajang pemberian motivasi dalam rangka mendukung belajar sepanjang hayat dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang literasi digital

Saat ditemui, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap, Wuyung Sulistyo Pambudi menuturkan, kegiatan ini, dilihat dari berbagai sudut sangat menguntungkan dan bermanfaat. Setidaknya melalui pameran ini, bisa membuat pemahaman masyarakat menjadi lebih tentang hari aksara internasional.

"Pameran ini, sangat positif dalam melihat keterukuran keberhasilan pendidikan masyarakat dan paud di Cilacap sudah sejauh mana. Tentunya hal ini, kan perlu diapresiasi yang luar biasa dan masyarakat bisa mengapresiasi juga," katanya.

Disamping itu, menurut Wuyung, kegiatan ini juga menjadi tolok ukur pembinaan dan keberhasilan pendidikan non formal bagi masyarakat di Cilacap. Sudah sejauh mana teman-teman di jajaran pendidikan masyarakat dan paud ini, bisa melakukan upaya-upaya dalam memberikan pelayanan dan peningkatan kompetensi terhadap masyarakat menjadi penting.

Oleh karena itu, bentuk kegiatan pameran seperti ini disebut pameran produk unggulan pendidikan masyarakat menjadi penting, karena masyarakat bisa menerima dan memahami. "Melalui pameran ini, kita memberikan informasi kepada masyarakat bahwa kita sudah bisa melakukan hal-hal seperti yang ada dalam pameran," jelas Wuyung.

Kedepan, sambung Wuyung, kegiatan ini bisa dijadikan bahan evaluasi, agar lebih meningkat dan lebih baik. Baik dari kualitas dan materi pameran yang disajikan. "Tentunya dengan kajian yang lebih baik, salah satunya menandakan sebagai pertanda pendidikan non formal di Cilacap semakin lebih baik," tuturnya.

Disebutkan Wuyung, produk pameran yang ditampilkan beragam. Mulai dari produk unggulan yang ditampilkan Forum PKBM, dari Himpaudi menyajikan peragaan alat alat permainan edukasi (APE). Termasuk juga LKP-LKP yang menampilkan peragaan tata busana, tata rias dan membatik serta kreasi-kreasi yang lainnya. "Ini sebuah keberhasilan dari segi pendidikan non formal yang ada di Cilacap. Sangat luar biasa," tuturnya.

Terkait dengan hubungan hari aksara internasional, menurut Wuyung, kita harus memaknai bahwa masyarakat harus bisa membaca. Membaca dalam artian segalanya, tidak hanya mengeja huruf saja.

"Tadi dipratekan ada ibu-ibu yang sudah bisa membaca dalam kontek riil membaca. Tetapi yang diharapkan bisa membaca yang lainnya, seperti membaca sebuah keberhasilan tentang potensi, daya kreatif dan inovasi," ujarnya.

Dijelaskan Wuyung, peluang dan potensi itu, yang harus bisa dibaca oleh masyarakat dan para pemangku kebijakan, sehingga tercipta peluang usaha. Keberhasilan ini, harus diapresiasi oleh pemangku kebijakan.

"Jika mereka berusaha, tapi tidak ada peluang usaha juga susah. Dibutuhkan keterlibatan dari pemangku kebijakan dalam melihat keberhasilan ini, untuk lebih ditingkatkan," tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan, Kabid Paud dan Dikmas, Sukarno. S, tindak lanjut dari kegiatan ini diantaranya ialah tersosialisasi literasi digital di masyarakat, menumbuhkan sikap profesionalisme lembaga pendidikan khususnya penididkan non formal dalam menuntaskan buta aksara dan meningkatkan semangat kebersamaan diantara lembaga binaan dinas pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas lembaga.

"Langkah yang kami lakukan tidak hanya sekedar penuntasan buta aksara saja, tapi pada penguatannya. Tidak hanya pada calistung namun ditekankan pada kemandirian warga belajar (masyarakat) tentang membaca keberhasilan peluang dan potensi yang ada dalam meningkatkan kehidupannya," tuturnya.

Secara terpisah, menurut Kasie Dikmas, Sri Harsini, dari dulu kegiatan peringatan hari aksara itu untuk menunjukan kemampuan kegiatan pendidikan non formal. Salah satunya dengan mengadakan pameran.

"Pameran ini, tidak hanya sekedar produk-produk yang bisa dijual, melainkan pameran produk unggulan dari lembaga pendidikan non formal binaan dinas pendidikan seperti PKBM dan LKP," jelasnya.

Dikatan Harsini, di LKP itu beraneka kegiatan seperti, kursus komputer, menjahit, tata rias dan lembaga kursus lainnya. Pameran ini merupakan ajang yang menunjukan kepada Pemda dan masyarakat bahwa pendidikan non formal seperti ini.

Harsini menilai, selama ini, masyarakat hanya mengetahui kursus. Kursus itu merupakan binaan dinas. Kursus komputer, menjahit, tata rias dan sebagainya merupakan layanan pendidikan non formal.

"Tujuan pendidikan non formal disamping menuntaskan buta aksara juga melatih warga masyarakat yang tidak mampu untuk bisa meningkatkan kompetensi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat," tuturnya.

Kegiatan pameran yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Aksara Internasional dimulai dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. // wd.