Selasa, 10 Oktober 2017 - 12:55:02 WIB
Asal Mula Kesenian Dalang Jemblung
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Budaya - Dibaca: 447 kali

Kisah bermula dari padepokan Kedangbalong pimpinan Ki Ageng Rawean yang memiliki dua pusaka ampuh berupa keris yaitu Bathokbulu dan Brongos Setan Kober. Saat itu Ki Ageng mempunyai dua murid bersaudara yang keduanya sama-sama memimpin wilayah dari tanah perdikan, yang muda bernama Ki Jebug Kusuma yang menjadi adipati di Sokaraja dan yang tua bernama Ki Kertabangsa yang menjadi Adipati Bangsakerta.

Suatu ketika Ki Ageng Rawean mewariskan pusaka keris Bathokbulu kepada Ki Kertabangsa tanpa sepengetahuan Ki Jebug Kusuma. Namun, dilain sisi Ki Ageng Rawean juga mewariskan pusaka keris Brongos Setan Kober kepada Ki Jebug Kusuma melalui cantriknya disertai dengan hasil bumi dan umbi-umbian sebagai syaratnya, tanpa sepengetahuan Ki Kertabangsa. Oleh Ki Jebug Kusuma pusaka keris Brongos Setan Kober diberikan kepada putranya yang bernama Raden Kuncung.

Pada suatu hari Ki Kertabangsa ditemui putranya bernama Raden Kaligenteng yang berkeinginan untuk memiliki pusaka ampuh keris Brongos Setan Kober, pusaka yang tidak asing bagi Ki Kertabangsa karena sepengetahuannya pusaka itu masih dimiliki sang guru. Konon siapapun yang memiliki keris Brongos Setan Kober akan menjadi penguasa besar, sebab itulah Raden Kaligenteng sangat berambisi memilikinya.

Angkara murka telah merasuki Raden Kaligenteng, niatnya menjadi penguasa besar sangat kuat hingga menggelapkan mata bathinya. Bahkan saat Ki Ageng Rawean mengatakan keris Brongos Setan Kober sudah tidak lagi di padepokan melaikan sudah diberikan pada Ki Jebug Kusuma, Raden Kaligenteng tidak memercayainya bahkan mengancam akan memorak-poranda padepokan Kedangbalong. Ki Ageng Rawean pun tak kuasa dan memilih untuk mengungsi ke Kadipaten Sokaraja.

Raden Kaligenteng semakin marah kemudian mengejar Ki Ageng Rawean ke Kadipaten Sokaraja. Sang adipati yang mendapati gurunya terancam oleh Raden Kaligenteng yang tidak lain adalah kemenakannya sendiri berusaha melerai. Namun, yang terjadi malah sang paman ditantang bertarung oleh Raden Kaligenteng dan keadaan pun menjadi semakin runyam karena ambisi memiliki keris Brongos Setan Kober. Disaat itulah datang Raden Kuncung yang meladeni kemarahan Raden Kaligenteng.

Sayangnya Raden Kaligenteng tidak sanggup melawan kesaktian Raden Kuncung, ia pun memilih untuk melarikan diri dan bersembunyi. Awalnya Raden Kuncung bermaksud untuk mengejar tapi Ki Ageng Rawean menahannya, karena Raden Kaligenteng memiliki kesaktian nyiluman yang susah untuk ditemukan.

Namun, Raden Kuncung masih merasa Raden Kaligenteng menjadi ancamannya dan harus segera diselesaikan. Atas saran Ki Ageng dibuatlah taktik atau strategi agar Raden Kaligenteng keluar dari sembunyiannya. Caranya dengan menjalankan laku sebagai dalang Maca Kanda. Selain itu Raden Kuncung juga disuruh pergi ke Kademangan Watukumpul dimana tempat tersebut telah dibangun pasar sore dan semua kesenian akan dipentaskan.

Dari perjalanannya yang menyamar sebagai dalang akhirnya Raden Kaligenteng pun bisa ditemukan dan dibunuh dengan menggunakan keris Brongos Setan Kober. Dari kejadian itulah kesenian dalang Maca Kanda ini bermula serta terus berkembang.

Seiring berjalannya waktu kesenian dalang Maca Kanda yang dulunya diiringi dengan alat musik tradisional pun merambah dikalangan masyaraat bawah hingga berganti nama menjadi dalang jemblung. Kesenian dalang jemblung merupakan salah satu kesenian yang berkembang di wilayah ex-Karisidenan Banyumas. Munculnya kesenian ini berhubungan erat dengan cerita babad Purbalingga dan Sokaraja.

Demikian sepenggal kisah yang melatarbelakangi dalang Maca Kanda yang kemudian dikenal dengan sebutan dalang jemblung menurut Watiman Rusdiono yang juga sebagai dalang jemblung asal Desa Kedungweru, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen.//ipung