Sabtu, 07 Oktober 2017 - 18:59:35 WIB
SMP Negeri 8 Cilacap Rayakan HUT Ke 23
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 514 kali

Cilacap - Senyum keceriaan tampak terlihat di wajah segenap para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, Komite sekolah, siswa dan Kepala SMP Negeri 8 Cilacap saat merayakan HUT ke 23. Kegiatan perayaan HUT yang dikemas secara sederhana namun bermakna berlangsung di halaman SMP Negeri, Kamis (05 Oktober 2017).

Rangkaian kegiatan HUT SMP Negeri 8 Cilacap ke 23 diawali dengan jalan sehat dari SMP N 8 (Jalan Jend Sudirman) menuju Jalan S. Parman, dilanjut ke Jalan Suprapto lalu ke Jalan Katamso dan finish di SMP Negeri 8 Cilacap.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama mushola An Nur, tumpengan masing masing kelas, kebersihan lingkungan masing-masing kelas dan berbagai hiburan dalam memeriahkan ulang tahun SMP Negeri 8 Cilacap.

Seluruh warga sekolah pun berdebar-debar dan harap-harap cemas saat pengundian hadiah. Hadiah yang diundikan dan dilombakan diantaranya sepeda, kompor, kipas angin dan hadiah menarik lainnya.

Kepada Pamor, Kepala SMP Negeri 8 Cilacap, Drs. Nursalim, M.Pd menuturkan, dengan semangat HUT ke 23 tahun, SMP Negeri 8 Cilacap akan terus menata dan meningkatkan prestasi yang sudah diraih salah satunya sebagai sekolah Adiwiyata (sekolah berwawasan lingkungan) tingkat provinsi.

"Tahun sebelumnya, SMP Negeri 8 Cilacap sudah meraih predikat sekolah adhiwiyata tingkat provinsi. Artinya tinggal selangkah lagi, untuk meraih predikat Adiwiyata tingkat nasional," tuturnya

Nursalim sangat memahami syarat untuk menjadi sekolah adiwiyata tingkat nasional memang tidak semudah membalik telapak tangan, namun bukan berarti tidak bisa diraih. Hal itu dibutuh kerja cerdas, tertata, penerapan prilaku yang baik warga sekolah dan dukungan dari pemerintah daerah maupun orang tua peserta didik.

Dijelaskan Nursalim, syarat menuju tingkat nasioanl ada 4 kriteria. Pertama yakni standar isi atau kurikulum yang diberlakukan disekolah, itu kurikulum yang mengacu pada perilaku sekolah yang ramah lingkungan tanpa mengurangi standar kurikulum yang sudah berlaku.

Dalam hal ini, lanjut Nursalim, ialah kegiatan pengembangan diri siswa dari kelas 7, 8 dan 9 oleh para guru dan seluruh warga sekolah tentang wawasan lingkungan. Kedua ialah sarana dan prasarana yang berhubungan dengan penghijauan lingkungan dan ramah lingkungan disiapkan oleh sekolah.

Sementara untuk syarat ketiga, terang Nursalim, masing-masing tenaga pendidik memasukan pembelajaran ramah lingkungan dan pelestarian lingkungan sesuai dengan  mata pelajarannya baik teori maupun prateknya. "Tidak sekedar teori saja. Namun hingga ke tahapan prateknya," terangnya.

Untuk syarat yang ke 4 atau terakhir, menurut Nursalim, kontribusi dari orang tua, pemerintah setempat yang dituangkan pada RAPBS dalam mendukung kegiatan adhiwiyata. Pada waktu  HUT tadi diadakan rapat kordinasi persiapan kegiatan penataan sekolah adhiwiyata. Dengan demikian, prestasi akademis dan non akademis sekolah semakin meningkat.

Nursalim menegaskan harapan utama setiap lembaga pendidikan adalah bagaimana bisa meraih prestasi akademik dan non akademik secara optimal. Jika prestasi bisa diraih dengan optimal, secara otomatis mereka (siswa) setiap hari kosentrasi belajar dengan baik, untuk meraih apa yang diinginkan.

Nursalim berpendapat, pendidikan karakter itu merupakan salah satu bagian juga, disamping peningkatkan akademis dan non akademis. Jika adiwiyata sudah bisa dijalankan dengan baik, secara otomatis disana pendidkan karakter akan tertanam kepada seluruh warga sekolah. "Itu pasti, kalau adiwiyata dapat diraih dengan baik akan berpengaruh kuat pada pendidikan karakter," ucapnya.

Menurut Nursalim, pendidkan karakter ialah suatu proses pendidikan yang mengacu kepada sikap dan prilaku seorang manusia. Kedepan diharapkan perilaku-perilaku yang baik akan tertanam menjadi kebiasaan bagi mereka. Dengan karakter sikap dan perilaku yang baik akan tercipta sumber daya manusia yang berperilaku baik, bermartabat, disiplin dan berkarater. //wd