Sabtu, 14 November 2015 - 14:32:09 WIB
Wirjaatmadja Penggerak Koperasi Pertama di Indonesia
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Sejarah - Dibaca: 1170 kali

Sejarah lahirnya koperasi di Indonesia mulai ada pada masa penjajahan belanda. Koperasi pertama di indonesia lahir dari inisatif tokoh R. A. Wirjaatmadja pada tahun 1986. Patih Banyumas pada masa kepemimpinan Adipati Mertadiredja II ini berjasa menolong para pegawai, pedagang kecil dan petani dari hisapan lintah darat melalui koperasi, Menurut Bp Wahyudi Yuda Subrata salah satu cicit (buyut) dari Wirjaatmadja.

Wirjaatmadja pada saat itu merasa sangat miris melihat keadaan para priyayi (pegawai negeri) yang terjerat hutang pada lintah darat. Priyayi-priyayi yang hanya mengandalkan gaji yang rendah semakin menderita saat para lintah darat itu menjerat mereka denagn bunga yang sangat tinggi. Wiriaatmadja, dengan bantuan E. Sieberg, Asisten Residen Purwokerto kemudian mendirikan Hulp-enSpaar Bank. Bank ini khusus didirikan untuk menolong para priyayi dari jeratan lintah darat.

Cita-cita Wirjaatmadja tersebut juga mendapat dukungan dari De Wolffvan van Westerrode, pengganti Sieberg, yang menganjurkan agar Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada dikembangkan menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian (koperasi kredit sistem Raiffeisen). Menurut Westerrode, selain priyayi, petani juga perlu dibantu agar terbebas dari tekanan pengijon.

Lumbung-lumbung desa pun mulai didirikan dan menganjurkan para petani menyimpan padi pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik.  Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi. 

Menurut catatan sejarah, R. Aria Wirjaatmadja lahir dari pasangan Raden Ngabehi Dipadiwirja (Kepala Demang Prajurit) dengan anak dari Mas Ngabehi Kertajaya (Surakarta) di Adireja 1931.

Pada usia 21 tahun, Raden Aria Wirjatmadja sudah bekerja menjadi Juru Tulis Katrolir Belanda di Banjarnegara, namun jabatan ini hanya dipegang selama 2 tahun saja. Kemudian Raden Aria Wirjatmadja menjadi Mantri Polisi di Bawang, Distrik Singamerta, Banjarnegara selama 9 tahun.

Pada tahun 1863, beliau diangkat menjadi Wakil Wedana Batur dengan masa jabatan selama 3 tahun. Kemudian karirnya mulai menanjak menjadi Wedana Definit Batur, Banjarnegara 3 Agustus 1866, akhirnya dimutasikan ke tempat kelahirannya menjadi Wedana Adirerja. Namun beberapa tahun kemudian, beliau dimutasikan ke bagian lebih penting di Banyumas. Setelah 5 tahun menjadi wedana, beliau diangkat lagi menjadi Patih di Purwokerto.

Berbagai jabatan diatas, beliau terima karena ketekunan, pengabdian dan jasa-jasanya kepada pemerintah Belanda waktu itu. Ia menerima Bintang Gele Medalile atau Mendali Emas tahun 1891. Gelar yang diraih dimulai dari Rangga (1900) – gelar Aria (1902).

Wirjaatmadja wafat pada tahun 1909 dan dimakamkan di Grumbul Kalibogor, Kelurahan Rejasari, Kecamatan Purwokerto Barat. Makam tokoh penggerak koperasi pertama di Indonesia pada masa penjajahan Belanda ini satu komplek dengan area pemakaman Adipati Mertadirejda II.//ip