Selasa, 20 Agustus 2013 - 12:09:37 WIB
Ebeg Banyumasan
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Budaya - Dibaca: 3329 kali

Kesenian Ebeg merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional yang terkenal di Banyumas dan sekitarnya. Bentuk kesenian tarian tradisional yang menggunakan properti kuda kepang ini menggambarkan kegagahan prajurit berkuda. Ebeg pada umumnya berjumlah delapan penari pria. Dalam pertunjukannya, Ebeg biasanya dilengkapi dengan penari topeng yang disebut penthul, cepet dan barongan (seperti sapi yang dimainkan oleh dua orang) serta sintren yaitu penari pria yang berdandan seperti wanita di dalam sebuah kurungan atau dengan ditutupi kain hitam. Semua pemain Ebeg dalam pertunjukannya mengalami in trance. Pertunjukan tari Ebeg Banyumas biasanya diiringi dengan alat musik yang disebut Bendhe, Alat musik ini memiliki ciri fisik seperti gong akan tetapi berukuran lebih kecil terbuat dari logam. atau bisa juga dengan menggunakan alat musik gamelan atau calung, hingga sekarang calung masih berkembang di hampir seluruh wilayah kultur Banyumas.

 

Menurut beberapa sumber sejarah, tari Ebeg Banyumas ini sudah ada sejak zaman purba tepatnya ketika manusia mulai menganut aliran kepercayaan animisme dan dinamisme. Salah satu buktinya adalah adanya bentuk-bentuk in trance (kesurupan) atau wuru. Bentuk-bentuk seperti ini merupakan ciri dari kesenian yang terlahir pada zaman animisme dan dinamisme.

 

Dalam tiap pementasan biasanya akan disajikan sebuah tarian lengger yaitu tari ilogondang, yang dilanjutkan dengan tari prajuritan. Pada tari prajuritan inilah biasanya penari akan melalui satu adegan yang unik yang biasanya ditempatkan ditengah ataupun diakhir pertunjukan tergantung dari masing-masing grup Ebeg. Atraksi tersebut sebagaimana dikenal dalam bahasa Banyumasan dengan istilah mendhem (kerasukan). Pemain akan kesurupan dan mulai melakukan atraksi-atraksi unik, seperti makan beling (pecahan kaca), makan dedaunan yang belum matang, makan daging ayam yang masih hidup, bergaya seperti monyet, ular dan banyak lagi jenis atraksi ekstrim lainnya.

 

Seperti yang dikatakan Bapak Eko ketua kesenian tradisional Ebek Satria Kencana asal Grumbul Jongkeng, Desa Banjar Parakan, Kecamatan Rawalo, Banyumas, fenomena mendhem (kerasukan) ini dikarenakan sipenari memiliki indang atau arwah yang merasuki ketika lagu eling-eling mulai dinyanyikan, jadi bentuk atraksi-atraksi unik dan ekstrim yang dilakukan oleh sipenari Ebeg itu tergantung pada indang yang dimiliki atau yang merasukinya.

 

"Tiap-tiap penari atau indang ketika gending dan lagu eling-eling dimainkan akan melakukan tarian dan gerakan atau atraksi yang berbeda-beda sesuai dengan karakter indang yang merasuki sipenari Ebeg", Jelasnya. Begitu pula dengan atraksi atraksi makan beling, rumput dedek, ayam hidup dan lainnya semuanya tergantung dari permintaan si indang.

 

Gerakan tari dan atraksi yang dilakukan oleh pemain Ebeg memang sepenuhnya dikendalikan oleh indang yang merasukinya, tapi, lanjutnya, sipenari juga bisa mencegah indang yang merasukinya untuk tidak melakukan atraksi-atraksi yang menurutnya berbahaya. Seperti contoh penari yang memiliki indang kera atau monyet. Ketika akan menjalankan pagelaran biasanya si pawang atau ketua rombongan akan menawarkan adegan manjat bambu ataupun sejenisnya kepada sipenari, ketika sipenari menolak untuk melakukan atraksi tersebut, saat pementasan indang kera yang merasukinya juga tidak akan melakukan atraksi panjat bambu tersebut. Begitu juga dengan penari penari Ebeg lainnya.

 

Menurutnya, untuk memperoleh indang penari ebeg harus menjalani laku tirakat ketempat-tempat keramat yang dipercaya sebagai tempat indang-indang bersemayam, lewat sang juru kunci, sipenari akan menerima ajaran-ajaran untuk mendapatkan indang yang diinginkan. Bukan hanya penari saja yang mesti mencari indang, bahkan dalam seni pagelaran ebeg, alat musik yang dipake juga harus dibawa ketempat asal indang bersemayam, ini bertujuan agar saat alat musik tersebut dimainkan, suara yang dihasilkan akan cepat mengundang reaksi dari masing-masing indang,

 

Dalam perkembangannya, kesenian Ebeg sudah mengalami banyak perubahan dan fungsi, bukan hanya sebagai sarana ritual tapi sudah menjadi sebuah sarana pertunjukan. Maka tidaklah heran kalau saat ini banyak bermunculan gup-grup kesenian Ebeg hampir di seitiap wilayah di Banyumas. Menjamurnya kesenian Ebeg tentu saja banyak nilai positif yang bisa diambil yaitu mengentalkan dan melestarikan nilai budaya Banyumas. Bukan hanya menimbulkan dampak positif tentunya, dampak negatif yang terjadi adalah banyaknya penonton yang ikut mendem saat pagelaran Ebeg berlangsung. Memang tidak semua penonton yang melihat pertunjukan Ebeg akan ikut keserupan melainkan hanya mereka yang memiliki indang saja. Untuk menjaga hal-hal yang diinginkan inilah fungsi penimbul atau pawang sangat dibutuhkan untuk mengendalikan penari maupun penonton yang mendem.




15 Komentar :

wisata pulau pari murah
15 November 2014 - 08:01:06 WIB

I read this piece of writing completely on the topic of the difference of most recent and previous technologies, it's
amazing article. http://cehs.ch/pulauparimurah758937
http://lillian8075kli.rollr.com/posts/listen-to-
15 November 2014 - 13:04:32 WIB

Do you have any video of that? I'd like to find out some additional information.
harga timbangan digital
16 November 2014 - 01:13:28 WIB

I know this if off topic but I'm looking into starting
my own blog and was wondering what all is required to get set up?
I'm assuming having a blog like yours would cost a pretty penny?
I'm not very web savvy so I'm not 100% sure. Any tips or advice would be greatly appreciated.
Kudos http://to.ht/d5l1vp
travel pulau pramuka murah
16 November 2014 - 20:12:15 WIB

Greate post. Keep writing such kind of information on your site.

Im really impressed by it.
Hey there, You have done an excellent job. I'll certainly digg it
and in my opinion recommend to my friends. I'm confident they'll be benefited from this site.
http://topa.me/murah98146
paket pulau pramuka murah
16 November 2014 - 21:36:06 WIB

I have been surfing online more than 3 hours today,
yet I never found any interesting article like yours.

It's pretty worth enough for me. In my opinion, if all site owners and bloggers made good
content as you did, the web will be much more useful than ever before.
http://zna.me/murah372999
sprei 3d
18 November 2014 - 00:25:06 WIB

Hi friends, fastidious piece of writing and nice arguments
commented here, I am in fact enjoying by these.
http://srnb.me/sprei638850
Paket Tour Pulau Pari Murah
18 November 2014 - 04:10:12 WIB

Hello there, just became alert to your blog through Google,
and found that it is truly informative. I am gonna watch out
for brussels. I will be grateful if you continue this
in future. Many people will be benefited from your writing.
Cheers! http://www.szao-portal.ru/d7hm
Pulau Pari Kaskus
18 November 2014 - 04:36:53 WIB

This info is worth everyone's attention. How
can I find out more? http://bysb.eu/5r7m
Paket Touring Pulau Pari
18 November 2014 - 11:19:08 WIB

It is perfect time to make some plans for the long run and it is time to be happy.
I've learn this post and if I may I desire to counsel you few fascinating things or tips.
Perhaps you can write next articles referring to this article.

I desire to learn more things approximately it!
http://brent.to/3f9l
http://crystalgladman.soup.io/?sessid=93d6673e71d1
19 November 2014 - 03:04:30 WIB

I'm really loving the theme/design of your web site. Do you
ever run into any web browser compatibility
problems? A handful of my blog visitors have complained about my blog not operating correctly in Explorer but looks great in Opera.
Do you have any solutions to help fix this problem?
<< First | < Prev | 1 | 2 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)