Sabtu, 16 Juni 2018 - 09:31:06 WIB
Ratusan Penganut Islam Aboge Rayakan Idul Fitri Sabtu Ini
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 57 kali

Purbalingga - Kumandang takbir di Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (16 Juni 2018) pagi, mengiringi langkah ratusan jemaah Islam Aboge di desa setempat yang berduyun-duyun memadati masjid Sayid Kuning untuk menunaikan Salat Idulfitri .

Penganut aliran Aboge menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari ini, atau berselang satu hari dari tanggal yang ditetapkan pemerintah. Aliran Aboge sudah ada dan dianut warga Onje sejak akhir kerajaan Hindhu. Karakter utama Aboge, yakni keyakinan penganut yang masih berpedoman pada kalender Islam dalam kitab mujarobah yang dipadu dengan primbon Jawa.

"Dalam hisab (perhitungan) kami, Ramadhan pasti 30 hari, dan 1 Syawal tahun Dal jatuh pada Sabtu Pahing," kata Maksudi, Imam masjid Sayyid Kuning ketika ditemui usai melaksanakan Shalat Id.

Maksudi juga mengatakan di banding tahun sebelumnya, jemaah Aboge yang menjalankan Shalat Id di Masjid Sayid Kuning tahun ini bertambah, dan itu bisa dilihat dari banyaknya jemaah yang memadati masjid hingga di pelataran.

Dalam tradisinya, usai menunaikan Shalat Id, tokoh ulama Aboge memberikan khutbah di atas mimbar dalam bahasa Jawa sambil memegang tongkat suci peninggalan Raden Sayyid Kuning yang tidak lain masih dalam trah Prabu Siliwangi dari Pajajaran.

Dalam kalender jawa yang dipegang oleh aliran Aboge, kurun waktu dalam satu windu terdiri atas tahun Alif, Ha, Je, Za, Dal, Ba, Wawu dan Jim Akhir, dan dalam satu tahun terdiri 12 bulan yaitu enam bulan terdiri atas 29 hari dan enam bulan terdiri atas 30 hari, dengan hari pasaran berdasarkan perhitungan Jawa, yakni Pon, Wage, Kliwon, Manis (Legi), dan Pahing.

Dalam hal ini, hari dan pasaran pertama pada tahun Alif jatuh pada Rabu Wage (Aboge), tahun Ha pada Ahad/Minggu Pon (Hakadpon), tahun Jim Awal pada Jumat Pon (Jimatpon), tahun Za pada Selasa Pahing (Zasahing), tahun Dal pada Sabtu Legi (Daltugi), tahun Ba/Be pada Kamis Legi (Bemisgi), tahun Wawu pada Senin Kliwon (Waninwon), dan tahun Jim Akhir pada Jumat Wage (Jimatge).

Dari rumusan kalender tersebut penganut Islam Aboge menetapkan jatuhnya hari raya Idul Fitri (1 Syawal) dengan menggunakan rumusan Waljiro (Syawal-Siji-Loro) yang berarti 1 Syawal pada hari pertama dengan hari pasaran kedua yang diturunkan dari hitungan Daltugi yaitu pada hari Sabtu Pahing.//ipung