Selasa, 22 Mei 2018 - 14:35:40 WIB
Dua Bocah Ditemukan Meninggal Di Saluran Irigasi
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 55 kali

Purbalingga - Dua bocah ditemukan meninggal di saluran irigasi wilayah Desa Pegandekan, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, Senin ( 21 Mei 2018 ) sore. Dua bocah berjenis kelamin laki-laki tersebut bernama Aditya Novaldari Abiyu ( 3 ) dan Aska Hafis Maulana ( 3 ). Keduanya warga Desa Pegandekan RT 01 RW 01, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga. Selanjutnya warga melaporkan kepada ketua RT yang dilanjukan ke Polsek Kemangkon.

Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Kemangkon, korban meninggal dunia dikarenakan mengalami gangguan pernafasan dan tidak ada bekas penganiayaan atau kekerasan dalam tubuh korban. 

Berdasarkan keterangan saksi, kejadian berawal saat korban bermain hujan-hujanan di halaman rumah. Orang tua korban sebenarnya sudah meminta keduanya untuk masuk kerumah, namun karena mengurus adik korban, tanpa disadari kedua korban lari kebelakang rumah dan bermain didekat saluran irigasi.

Kapolsek Kemangkon AKP Siswanto yang turun langsung melakukan gelar perkara mengatakan, saat orang tua korban kembali keluar, kedua anak tersebut sudah tidak ada, orang tua korban lalu mencari ke sekeliling rumah dan sekitar saluran irigasi namun tidak ditemukan.

Sekitar pukul 16.30 WIB salah seorang warga bernama Muflikhun menemukan salah satu anak sudah meninggal dunia di saluran irigasi, selanjutnya bersama warga lainnya mengevakuasi korban dan dibawa kerumah korban, warga yang lain kemudian melakukan pencarian dan tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama, korban kedua ditemukan sudah dalam posisi sama meninggal dunia.

"Saat kejadian hujan sangat deras, dan posisi air di saluran irigasi mencapai setinggi satu meter. Diduga korban masuk kesaluran irigasi saat bermain hujan-hujanan, karena air sangat deras kedua anak tersebut hanyut terbawa air," jelas Siswanto.

Atas kejadian tersebut, Kapolsek Kemangkon AKP Siswanto menghimbau dan berpesan kepada seluruh masyarakat agar selalu mengawasi aktivitas anak-anaknya yang masih dibawah umur. Jangan sampai dibiarkan main sendiri, supaya kejadian serupa tidak terulang kembali.