Rabu, 11 April 2018 - 18:09:15 WIB
Dewandaru Bagi Pecinta Bonsai
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Budaya - Dibaca: 129 kali

Dewandaru merupakan jenis tanaman langka yang oleh sebagian masyarakat Jawa dikeramatkan, karena tumbuhan ini diyakini berkhasiat dan membawa keberuntungan. Bukan hanya cerita-cerita mistis saja yang menyebabkan tanaman ini banyak diburu, karakter pohon yang kuat dan tahan dengan cuaca panas menjadikan jenis pohon ini digemari pecinta bonsai.

Menjadi salah satu pohon yang banyak dicari baik oleh masyarakat umum maupun kalangan pecinta bonsai. Dewandaru juga dianggap memiliki nilai histories tersendiri, demikian menurut Budi Kuswanto yang akrab disapa Budi Bonsai, Ketua Litbang PPBI Cabang Cilacap saat ditemui PAMOR di acara pameran dan kontes pohon bonsai yang digelar Persatuan Pecinta Bonsai Indonesia (PPBI) di lapangan Krida Nusantara, Gumilir, Cilacap Utara. Selasa, (10 April 2018) lalu. Pria asal Kelurahan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap ini menjelaskan tentang dewandaru bagi kalangan pecinta bonsai.

"Dari yang saya pelajari tentang sejarah bonsai, jenis tanaman dewandaru atau yang lebih familiar dengan nama Sianto pertama kali muncul sebagai karya seni bonsai itu di Jepang, dan tanaman yang paling disukai kaisar," terang budi.

Dari sisi historisnya itulah dewandaru banyak diminati oleh para pecinta bonsai baik kolektor maupun petani. Namun, kembali lagi ke prospek dari pohon itu sendiri istilahnya walaupun jenisnya sianto tapi kalau tidak bagus atau prospek kedepannya kurang menarik ya hanya sebagai tanaman biasa.

Sembari menunjukan beberapa pohon bonsai dewandaru yang di pentaskan, Budi Bonsai pun menerangkan bahwa ada tiga kelebihan dari jenis pohon ini yang disukai oleh para petani bonsai pada umumnya. Yang pertama yaitu memiliki serat yang pendek dan basah, yang kedua memiliki daun yang berwarna merah setelah diburing atau dirontok dan yang ketiga adalah jika berbuah terkesan memiliki keindahan tersendiri.

Memiliki serat yang pendek dan basah menandakan bahwa jenis pohon ini mempunyai struktur yang kuat yaitu mampu hidup dengan media yang sedikit, mampu melewati proses pemotongan dan pemangkasan serta pengawatan yaitu proses membentuk dahan dan ranting dengan cara dililiti kawat.

Memiliki daun yang berwarna merah setelah diburing atau dirontok juga dianggap sebagai kelebihan tersendiri dari pohon dewandaru, selain memunculkan warna dan keindahan, juga menambah nilai jual dan begitu juga dengan buahnya.

"Dah pokoknya kalau melihat dewandaru, komposisinya pas, gerak dasarnya sempurna, matang dan dipadukan dengan kondisi pohon yang sedang berbuah dan berdaun merah rasanya itu tidak bisa diucapkan dengan kata-kata," ucap pria yang sejak tahun 80-an menekuni dunia bonsai ini.

Setidaknya ada empat kriteria yang harus dipenuhi pada pohon bonsai, yaitu penampilan, keserasian, gerak dasar dan kematangan. Dari empat kriteria inilah pohon bonsai memiliki nilai jual yang tinggi. Dikatakan pula bahwa di dunia bonsai saat ini dewandaru itu ada dua jenis yaitu dewandaru sianto dan dewndaru mikro. Yang membedakan dari keduanya yaitu pada daun dan buah, seperti namanya dewandaru mikro memiliki ukuran daun dan buah yang lebih kecil.

Biasanya pecinta bonsai yang sudah memiliki pohon dewandaru akan memburu pasangannya yang tidak lain adalah pohon setigiwulung, hal itu sudah bukan rahasia lagi.//ipung.