Jumat, 02 Maret 2018 - 10:45:37 WIB
Tetap Semangat di Usia Senja
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Ekonomi Rakyat - Dibaca: 444 kali

Cilacap - Dinginnya hembusan angin pesisir pantai di pagi hari tidak menyurutkan langkah Mbah Arsa Wireja (76), warga RT 01, RW 14, Kemiren, Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap untuk menjalani aktivitasnya menjala dan mencari rongsok di sekitaran pantai Rumah Sakit Pertamina Cilacap (RSPC).

Setiap hari sekitar pukul 05.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB, Mbah Arsa menjala untuk mencari ikan blanak dan mengumpulkan rongsok yang berserakan di pantai. Tanpa mengenal lelah setiap hari, ia menyusuri pantai di sekitar RSPC untuk menebar jalanya dengan penuh harap mendapat hasil tangkapan.

Saat ditemui Pamor, Mbah Arsa Wireja berbagi kisah hidupnya, menjala dan mencari rongsok di pantai sekitaran RSPC sudah dilakoni selama 3 tahun yang lalu. Menurutnya, saat ini anginnya sedang daya, sehingga susah mendapatkan hasil tangkapan.

“Jika musim daya, ikan blanaknya tidak ada yang mau ke pinggir. Jadi susah dapat hasil tangkapan. Kalau ada paling satu dua ekor saja yang didapat, berbeda  dengan musim angin timur hasil tangkapan lumayan banyak,” katanya, Selasa (27 Febuari 2018).

Ketika menjala hasilnya sedang sepi, Mbah Arsa mengumpulkan rongsok yang banyak berserakan di pinggiran pantai. Rongsok itu, ia kumpulkan satu hingga dua bulan. Setelah terkumpul banyak, rongsok tersebut dijual ke pengepul. “Alhamdulillah bisa dapat Rp 100 hingga 200 ribu untuk kebutuhan sehari-hari,” tutur pria kelahiran 1942 silam.

Mbah Arsa sangat menyadari dengan kondisi di usia senjanya, tidak mungkin untuk tetap melaut sebagai nelayan tradisional arad. “Dulu waktu masih muda, ya jadi nelayan. Saya melaut dari tahun 1965 hingga 2014, sekarang sudah tidak kuat,” ungkapnya.

Meskipun saat ini sudah tidak kuat untuk melaut, Mbah Arsa tetap berusaha untuk tidak membebani rumah tangga anak semata wayangnya. Oleh anak dan menantunya, Mbah Arsa kerap diminta untuk tinggal bersama. Namun tawaran itu, ia tolak lantaran dirinya tidak mau merepotkan dan menjadi beban. “Saya masih bisa mencari rejeki, dan sayang jika harus meninggalkan gubugan ini, banyak kenangan dengan (Alm) istri,” ungkap Mbah Arsa yang sudah 5 tahun tinggal sendirian.

Menurut Mbah Arsa, anak dan menantunya sangat memperhatikan dan menyayangi dirinya. Bahkan kerap melarang Mbah Arsa untuk menjala dan merongsok. Hal itu bukan karena merasa malu, namun mereka tidak menginginkan Mbah Arsa di usia senjanya bersusah payah mencari rejeki. “Bukannya saya tidak mau diatur, tapi sudah biasa hidup mandiri dan tidak mau merepotkan mereka,” ujar Kakek yang sudah dikaruniai 3 cucu dan 4 buyut sambil tersenyum. //Wd